header-int

Ulang tahun Aceh Selatan yang ke 70: Wujudkan Aceh Selatan menjadi Aceh Terdepan dengan konsep Techn

Senin, 06 Mar 2017, 08:17:40 WIB - 266 View
Share
Ulang tahun Aceh Selatan yang ke 70: Wujudkan Aceh Selatan menjadi Aceh Terdepan dengan konsep Techn

POLTAS.AC.ID , Aceh Selatan - 28 Desember 2015 Kabupaten Aceh Selatan memperingati hari jadinya yang ke 70. Sebagaimana halnya di daerah lain, peringatan hari jadi ini juga dikemas dengan berbagai kegiatan dimulai pada tanggal 12 dengan kegiatan Seminar Nasional Teknologi Rekayasa 2015 dan ditutup pada tanggal 28 Desember 2015 pada peringatan puncak HUT Aceh Selatan di taman pala, Tapaktuan.

Momentum peringatan hari jadi ke 70 kali ini menjadi lebih bermakna, karena slogan yang dilontarkan oleh Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra, SH belakangan ini yakni mengubah paradigma Aceh Selatan dari Aceh ketelatan menjadi Aceh terdepan.

Ada hal menarik yang dapat dicermati dari paparan Menristek Dikti Bapak Prof H Muhammad Nasir pada Seminar Nasional teknologi Rekayasa 2015 tentang pentingnya penguatan inovasi dalam pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah berbasis potensi lokal dan meningkatkan daya saing Indonesia secara nasional.

Sejatinya, Program penguatan inovasi ini tidak lain adalah mendorong hasil hasil penelitian baik yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi maupun lembaga litbang lainnya untuk diindustrikan oleh dunia usaha. Sebuah konsep yang sudah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019, sebagai upaya pemerataan pembangunan dengan penyebaran pusat-pusat pertumbuhan terutama di luar pulau jawa, yang dikenal dengan kawasan pembangunan ekonomi terpadu atau science and technology park.

Konsep Tekno Park

Science and Technology Park (STP) adalah suatu kawasan terpadu yang menggabungkan dunia industri, perguruan tinggi, pusat riset dan pelatihan, kewirausahaan, perbankan, pemerintah pusat dan daerah (ABG). STP dapat dipergunakan oleh pemerintah, bisnis, perguruan tinggi dan masyarakat secara bersama-sama berinovasi, membuat inkubator bisnis, workshop dan pelatihan, riset dan kegiatan lain yang menghasilkan manfaat langsung atau tidak langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adanya suatu kawasan STP yang terpusat ini memungkinkan aliran informasi dan teknologi secara lebih efisien dan cepat antara akademisi dan industri.

Dalam perkembangannya nama techno park lebih umum digunakan sebagai tempat menggabungkan ide, inovasi, dan know-how dari dunia akademik dan kemampuan finansial (dan marketing) dari dunia bisnis Kemampuan bersaing kawasan ini lahir melalui pengembangan produk unggulan yang kompetitif di pasar domestik maupun global, yang didukung sumber daya manusia (SDM) unggul, riset dan teknologi, informasi, serta keunggulan pemasaran.


Tekno Park di Aceh Selatan

Sampai saat ini Kabupaten Aceh Selatan tidak termasuk di dalam program nasional untuk pembangunan techno park di Indonesia. Namun, ada banyak alasan yang menjadikan Kabupaten Aceh Selatan layak mengembangkan konsep Tekno Park sebagai kawasan pembangunan terpadu.

Pertama, daerah ini memiliki posisi geografis strategis karena merupakan salah satu wilayah terluar yang berbatasan laut dengan negara lain (lndia, Srilangka dan thailand), serta merupakan jalur lintasan Banda Aceh-Medan wilayah barat. Wilayah Aceh selatan kaya dengan berbagai sumberdaya alam seperti emas, batubara, granit/marmer, pasir besi dan tembaga. Wilayah ini juga melimpah dengan hasil hasil dari sektor perikanan dan perkebunan seperti rotan, sawit, nilam dan pala dengan kualitas dunia.

Dengan potensi yang melimpah tersebut, maka peningkatan nilai tambah produksi Kabupaten Aceh Selatan merupakan hal yang sudah seharusnya.

Kedua, keberadaan Politeknik Aceh Selatan (Poltas) sebagai satu-satunya pendidikan vokasi setingkat diploma III di wilayah Barat Selatan Aceh.

Politeknik Aceh Selatan memiliki 4 (empat) program studi yaitu Teknik Komputer mengambil konsentrasi bidang jaringan komputer, Teknik Informatika konsentrasi pada bidang multimedia, Teknik Mesin konsentrasi pada bidang produksi dan refrigerasi, dan Teknik Industri konsentrasi pada bidang pengolahan hasil tambang dan produk lainnya sesuai dengan potensi daerah.

Keberhasilan Pemerintah Kota Surakarta bekerjasama dengan Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Surakarta mendirikan Solo Technopark sebagai pusat pengembangan teknologi masa depan dapat dijadikan acuan oleh pemerintah daerah Aceh Selatan dalam menggandeng Poltas untuk pengembangan industri berbasis potensi lokal daerah di Aceh Selatan.

Sampai dengan saat ini Solo Technopark merupakan best practice dari pengembangan kawasan pendidikan dan pelatihan menjadi sebuah klaster industri saat ini di Indonesia.

Ketiga, kesiapan dan komitmen pemerintah daerah. Keberadaan techno park harus diintegrasikan dengan program pembangunan daerah, dan perlu tertuang dalam dokumen perencanaan daerah, termasuk komitmen penyediaan lahan dan anggaran pengelolaannya.

Keberanian pemerintah daerah Aceh Selatan mendukung pembiayaan dan menyediakan lahan, merencanakan membangun gedung Politeknik Aceh Selatan serta terobosan menjadikan Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa sebagai agenda kegiatan Ulang Tahun Aceh Selatan merupakan tolak ukur yang tepat dan patut diberi apresiasi.

Yang dibutuhkan sekarang adakah keberanian lainnya untuk melahirkan pusat inkubasi dan inovasi teknologi yang menjalankan berbagai peran strategis, antara lain sebagai intermediasi yakni membangun jalinan kemitraan antara pemerintah, investor, perguruan tinggi, dan industri.

Pembangunan Techno Park sangat dibutuhkan oleh Kabupaten Aceh Selatan guna mengakselerasikan penciptaan inovasi-inovasi teknologi berbasis sumberdaya loKal, karena wilayah ini kaya akan sumberdaya alam yang terbentang dari pertambangan, perkebunan, hasil hutan dan ekosistem laut dan pesisir.

Dengan dibangunnya Techno Park di Aceh Selatan, terbuka peluang untuk mensinergikan keberadaan sumberdaya yang ada di Politeknik dan dunia industri guna penciptaan inovasi teknologi dalam rangka menaikkan nilai jual produk unggulan daerah. Kawasan ini nantinya akan menjadi magnet di dalam menjaring investor untuk masuk ke kabupaten Aceh Selatan, yang pada akhirnya akan meningkatkan secara langsung kesejahteraan masyarakat menuju Aceh Selatan terdepan.

 
Dr. Muhammad Ilham Maulana, ST. MT
Direktur Politeknik Aceh Selatan

poltas Politeknik Aceh Selatan
© 2016 - Tue-09-2018 Politeknik Aceh Selatan Follow Politeknik Aceh Selatan : Facebook Twitter Linked Youtube